Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (28/05/2026) Film berjudul ‘500 Days of Summer’ yang di sutradarai oleh Marc Webb rilis pada tahun (2009) ini di bintangi oleh Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel. Film ini merupakan salah satu film yang sejalan untuk kalangan generasi Z karena film ini mengangkat kisah cinta Tom yang menjadi pemeran utama laki-laki dan Summer yang menjadi pemeran utama wanita. Kedua tokoh tersebut memiliki dua sudut pandang yang berbeda tentang kejelasan dalam suatu hubungan percintaan.

Dalam film ‘500 Days of Summer’ pertemuan pertama Tom dan Summer di Los Angeles, Californa, Amerika Serikat. Awal kisah mereka berdua dimulai, saat Summer mendengarkan lagu ‘The Smith’ dari earphone Tom yang berada di dalam lift, Tom merasa ini adalah sebuah kebetulan, namun Summer sedari awal sudah menyatakan pandangannya “Aku tidak percaya cinta. aku tidak percaya hubungan romantis sejati.” Namun Tom tetap optimis dan menganggap Summer pasti akan berubah pikiran.

Sudut pandang Tom yang optimis pada akhirnya melukai imajinasinya sendiri, karena sejak awal Summer tidak pernah menganggap Tom sebagai kekasihnya. Pada “Day 282” Hubungan mereka mulai retak, Summer tampak menjauh dan bersikap dingin kepada Tom. Hal ini melukai perasaan Tom yang menganggap Summer sebagai orang yang dia sukai, bukan sebagai teman. Situasi seperti ini sering menimbulkan kesalahpahaman, dimana sudut pandang antara Summer dan Tom sangat jauh berbeda.

Menurut salah satu generasi Z Farhan Figna (21) “Film ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu berharap kepada orang lain, karena orang lain belum tentu memiliki perasaan dan sudut pandang yang sama” ujarnya, Farhan menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki perasaan yang sama. Imajinasi yang dibangun pada akhirnya menghancurkan perasaan Tom sendiri.

Tom menafsirkan setiap sentuhan fisik dari Summer sebagai tanda cinta. Padahal Summer bertindak hati-hati untuk tidak memberikan harapan palsu “Day 282”. Pada “Day 290” menjadi hari berakhirnya hubungan antara Tom dan Summer. Tom menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk meyakinkan Summer kembali. Hal itu hanya memperpanjang rasa sakit dan menghalangi penyembuhan.

Farhan Figna (21) mengaku film ini menjadi gambaran hubungan kisah cinta teman-teman di sekitarnya, sebuah hubungan yang di dasari oleh imajinasi tidak bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Farhan menjadikan film ini sebagai salah satu film yang harus ditonton generasi Z agar kisah seperti Tom dan Summer tidak terulang di masa mendatang.