Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (19/06/2026) Terletak di batas wilayah Banda Sakti dan Muara Satu, pantai ini memiliki gugusan batu yang menjorok ke laut dengan air berwarna biru jernih.
Nama Ujung Bate berasal dari bahasa Aceh yang berarti ujung batu. Lokasi ini berada di kawasan pesisir yang belum terpadat pengunjung dibandingkan tempat wisata lain di luar kota Lhokseumawe.
Di sepanjang bibir pantai terdapat hamparan pasir putih halus, serta angin yang berhembus sepanjang hari. Lokasinya berada di luar pusat kegiatan kota Lhokseumawe.
Kawasan ini memungkinkan pengunjung berjalan di sepanjang garis pantai, duduk di atas batuan besar, serta melihat ombak yang menghantam tepian.
Saat sore hari, matahari terbenam mengubah warna langit menjadi jingga, yang kemudian terlihat memantul di permukaan laut yang tenang.
Warga sekitar menyediakan tempat jual makanan, dengan menu utama ikan bakar dan berbagai hidangan laut segar, dengan harga yang ditetapkan oleh masing-masing pedagang sesetempat.
Pak Zulkifli (30 tahun), warga setempat sekaligus pengelola lokasi, “Kami menjaga tempat ini agar bentuk alaminya tidak berubah, supaya ciri khas Ujung Bate tetap terjaga selamanya” ujarnya.
Akses jalan dari lintas utama berukuran cukup sempit dan berkelok-kelok, dengan sebagian bagian permukaan belum rata sempurna. Pengemudi disarankan berhati‑hati saat melintas.
Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir yang luas, tempat berteduh dengan desain alami, serta fasilitas cuci tangan dan toilet dasar. Pengunjung disarankan membawa perlengkapan pribadi yang dibutuhkan.
Perjalanan dari pusat kota Lhokseumawe ke lokasi memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit, dan dapat ditemukan melalui papan penunjuk arah yang terpasang di pinggir jalan utama.
Waktu kunjungan yang disarankan adalah pukul 08.00 hingga 11.00 pagi, atau mulai pukul 15.00 hingga sore hari, untuk menghindari paparan sinar matahari yang paling kuat.
Pantai Ujung Bate dikembangkan dan dikelola dengan tetap mempertahankan bentuk asli alamnya, tanpa penambahan bangunan atau fasilitas berskala besar.
Pengelolaan kawasan ini dilakukan dengan tujuan menjaga kondisi lingkungan tetap sama, sehingga ciri khas pesisir timur wilayah tersebut tetap ada untuk dinikmati pada masa mendatang.