Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Sound "Gapapa" milik Anisa Bahar tengah menjadi tren di TikTok dan banyak digunakan mahasiswa Fakultas FISIP Universitas Malikussaleh pada Juni 2026. Sound ini dipilih karena dianggap lucu, mudah dipakai dalam berbagai situasi, serta menggambarkan kebiasaan anak muda yang sering berkata "nggak apa-apa" meski sebenarnya sedang lelah atau memiliki banyak pikiran.
"Awalnya lihat di FYP terus, lama-lama jadi ikut pakai karena lucu dan relate banget sama kehidupan anak kuliah. Kadang tugas numpuk, organisasi banyak, tapi tetap bilang 'gapapa'," ujar Sifa (19).
Menurutnya, tren tersebut menarik karena ekspresi dan alur videonya mudah ditiru sehingga banyak mahasiswa membuat versi mereka sendiri.Hal serupa disampaikan Fani (19).
"Menurut aku sound ini cepat viral karena simpel. Mau dipakai buat cerita tugas, masalah pertemanan, atau hal-hal receh sehari-hari tetap masuk. Orang yang nonton juga langsung paham maksud videonya," katanya.
Ia mengaku sering menemukan sound tersebut muncul berulang kali di beranda TikTok. Nisa (19) menilai kepopuleran sound ini juga dipengaruhi kreativitas pengguna TikTok dalam mengemas konten.
"Ada yang pakai buat lucu-lucuan, ada juga yang menyindir keadaan hidup. Jadi bukan cuma ikut tren, tapi memang bisa mewakili pengalaman banyak orang," ujarnya sambil tertawa.
Sementara itu, Raysha (19) mengatakan tren sound "Gapapa" menunjukkan bagaimana media sosial dapat mengubah potongan lagu lama menjadi hiburan baru.
"Kadang kita memang lagi nggak baik-baik saja, tapi karena dibuat dengan cara yang lucu jadi terasa lebih ringan. Mungkin itu yang bikin banyak orang suka dan ikut pakai,"tuturnya.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa tren di media sosial tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana bagi pengguna TikTok untuk mengekspresikan perasaan, berbagi pengalaman sehari-hari, dan membangun kedekatan melalui konten-konten yang dianggap relate oleh banyak orang.