Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Pada hari Rabu (10/06/2026) Tren Velocity yang pernah menjadi favorit di media sosial seperti TikTok dan Instagram kini mulai kehilangan popularitas di kalangan remaja khususnya mahasiswa Universitas Malikussaleh. Konten yang mengandalkan efek percepatan dan perlambatan video tersebut sempat menjadi favorit pengguna media sosial sepanjang tahun 2024 hingga awal tahun 2026.
Salah satu pengguna TikTok, Wahyuni (22), mengatakan bahwa dahulu hampir setiap hari menonton video Velocity karena dianggap menarik dan mudah dibuat. Namun, saat ini ia lebih sering menonton konten lain yang dianggap lebih kreatif dan informatif.
“Sekarang trend Velocity sudah jarang muncul di beranda TikTok karena banya tren baru yang lebih menarik dan editan Velocity sekarang kurang menarik, " ujarnya.
Menurutnya, berkurangnya minat terhadap Velocity terjadi karena banyak pengguna merasa bosan dengan format yang sama dan editannya tidak seperti editan di tahun 2024 dan tahun 2025. Selain itu, kemunculan konten berbasis kecerdasan buatan (AI), vlog singkat, dan video cerita membuat perhatian pengguna beralih ke jenis konten lain.
Dengan demikian, Velocity kini tidak lagi menjadi tren utama di TikTok karena perhatian pengguna telah beralih ke jenis konten yang lebih baru. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa tren di media sosial terus berkembang mengikuti minat pengguna serta kemunculan fitur dan konten yang semakin beragam.