Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC —(30/05/2026) Pesta Babi adalah film dokumenter yang menyoroti perubahan besar di Papua Selatan akibat perluasan perkebunan sawit dan tebu, pengembangan lahan peternakan, serta proyek food estate yang dikaitkan dengan program ketahanan pangan dan energi nasional.

Film yang disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale ini menceritakan kehidupan masyarakat adat, seperti Suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu, yang menghadapi perubahan lingkungan dan sosial akibat masuknya proyek-proyek berskala besar di wilayah mereka.

Film ini mulai dikenal luas pada 2026 seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu pembangunan dan pengelolaan tanah Papua. Melalui kegiatan nonton bareng dan sorotan media sosial, film ini menjadi bahan perbincangan karena memberikan gambaran mengenai dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat adat.

Salah seorang penonton, Ria, saat menonton film tersebut pada Rabu siang (27/5/2026) di rumah temannya mengatakan, “Kasihan, tetapi kita sebagai masyarakat tidak bisa berkata apa-apa. Kita hanya bisa menerima apa yang pemerintah lakukan terhadap tanah Papua.”

Film ini dibuat untuk memperlihatkan dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat adat akibat tindakan pemerintah yang menganggap tanah Papua sebagai tanah kosong. Karena itu, film ini hadir sebagai upaya membuka ruang diskusi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi yang terjadi di wilayah tersebut.

Melalui pendekatan dokumenter investigatif, film ini menampilkan wawancara, kondisi adat setempat, serta dokumentasi kehidupan masyarakat yang berhadapan dengan pembangunan berskala besar di Papua.