Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kreativitas terus berkembang. Salah satu tren yang saat ini banyak diminati adalah pembuatan konten DIY berbahan dasar barang bekas. Tren tersebut turut dipopulerkan oleh Shadira Firdausi, seorang kreator konten TikTok yang konsisten mengunggah video tutorial daur ulang sejak tahun 2023 dan popularitasnya meningkat tajam sejak awal 2026 seiring dengan naiknya kesadaran lingkungan.

Kreator ini membuat konten DIY dengan fokus mendaur ulang barang bekas menjadi miniatur. Isi kontennya berupa tutorial lengkap yang disajikan secara bertahap, mulai dari pengumpulan bahan mentah, penyiapan alat, proses perakitan, hingga tahap pewarnaan, agar mudah dipahami dan diikuti oleh penonton.

Kelebihan penyajian secara sistematis dan gaya penyampaian yang komunikatif membuat videonya cepat mendapat perhatian publik. Popularitas tersebut meningkat seiring kemampuan mengubah barang bekas menjadi produk yang bernilai guna.

Dengan demikian, konten yang dihasilkan tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memberi solusi nyata terhadap persoalan sampah rumah tangga. Dampak nyata dari konten ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan limbah.

Masyarakat mulai terdorong untuk memanfaatkan kembali barang bekas yang semula dibuang. Proses pembuatan konten dilakukan di studio rumah pribadi, lalu seluruh video diunggah dan dipublikasikan melalui platform media sosial TikTok sebagai media utama penyebaran dan jadi tempat audiens mengakses kontennya.

Konten tersebut banyak diminati karena mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, menggunakan bahan dan alat yang mudah diperoleh dengan biaya terjangkau, serta disampaikan melalui tutorial yang baik sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri oleh audiens.