Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Lemang, makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dimasak di dalam bambu, masih menjadi kuliner favorit masyarakat. Makanan khas tersebut dijual di Jalan Line Pipa (Pipa Len), Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Sabtu (04/07/2026), dan terus diminati karena cita rasanya yang khas serta proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional.
Pak Iwan (45), penjual lemang di kawasan tersebut, mengatakan setiap hari ia membuat lemang menggunakan beras ketan, santan, dan daun pisang yang dimasukkan ke dalam bambu sebelum dibakar selama beberapa jam. Menurutnya, cara memasak tradisional menjadi alasan banyak pelanggan tetap memilih membeli lemang di tempatnya. "Kami tetap pakai cara lama supaya rasa dan aroma bambunya tetap terasa.
Alhamdulillah, pembeli masih sering datang, apalagi saat akhir pekan," ujarnya.
Salah seorang pembeli, Ardiansyah (19), mengaku menyukai lemang karena memiliki cita rasa yang berbeda dibanding makanan lainnya. Ia menilai teksturnya yang lembut dan aroma bambunya membuat lemang cocok dinikmati bersama keluarga.
"Saya memang sering beli di sini karena rasanya enak dan masih terasa khas makanan tradisional," katanya.
Pendapat serupa disampaikan Silvani (21). Menurutnya, keberadaan penjual lemang di Jalan Line Pipa menjadi salah satu cara menjaga kelestarian kuliner lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
"Semoga lemang tetap diminati dan semakin banyak anak muda yang ikut melestarikan makanan tradisional seperti ini," tuturnya.