Lhokseumawe, Explorepublic (03/07/2026) – Bubur ayam di kawasan Batuphat, Kota Lhokseumawe, masih menjadi salah satu menu sarapan favorit masyarakat dan mahasiswa. Sejak pagi hari, warung bubur ayam tampak ramai didatangi pembeli yang datang untuk menikmati semangkuk bubur hangat dengan berbagai pilihan topping sebelum memulai aktivitas.
Warung bubur ayam tersebut mampu bertahan dengan menjaga cita rasa yang konsisten, menyajikan bubur dalam kondisi hangat, serta memberikan porsi yang sesuai dengan harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp12.000 per porsi. Suasana warung terlihat ramai, terutama pada pagi hari, ketika mahasiswa dan masyarakat datang silih berganti untuk makan di tempat maupun membeli untuk dibawa pulang.
Semangkuk bubur ayam disajikan dengan suwiran ayam, cakwe, kerupuk, bawang goreng, daun seledri, dan kuah kaldu gurih yang menjadi ciri khas hidangan tersebut. Proses penyajian yang cepat membuat pembeli tidak perlu menunggu lama meskipun jumlah pelanggan cukup banyak.
Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Fajar (20), mengatakan bahwa bubur ayam di Batuphat menjadi pilihan sarapan favoritnya karena rasanya yang gurih dan porsinya mengenyangkan.
“Saya sering sarapan di sini karena rasanya enak, harganya terjangkau, dan porsinya cukup untuk mengawali aktivitas kuliah,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Salsabila (20), menilai keberadaan warung bubur ayam di Batuphat memberikan pilihan kuliner yang praktis bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
“Selain rasanya enak, pelayanannya juga cepat sehingga cocok bagi mahasiswa yang memiliki jadwal kuliah pada pagi hari,” katanya.
Keberadaan warung bubur ayam di Batuphat menunjukkan bahwa kuliner sederhana dengan cita rasa yang konsisten, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang cepat tetap diminati masyarakat dan mahasiswa sebagai pilihan sarapan sebelum memulai aktivitas.