Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (01/07/2026) Seorang mahasiswi Universitas Malikussaleh asal Pakpak Bharat, Arta (22), masih mempertahankan kebiasaan memasak Peleng, makanan khas daerahnya, selama tinggal di kos di Lhokseumawe. Selain dinikmati bersama teman-teman sekos yang berasal dari berbagai suku, kebiasaan tersebut juga menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan kuliner tradisional Pakpak di perantauan.

Peleng merupakan makanan khas suku Pakpak yang terbuat dari beras yang dihaluskan dan disajikan dengan kuah berbumbu khas. Bagi masyarakat Pakpak, hidangan ini masih sering dikonsumsi sebagai menu sehari-hari maupun disajikan dalam berbagai acara keluarga sehingga menjadi salah satu bagian dari tradisi kuliner yang tetap dipertahankan.

Arta mengatakan bahwa ia sengaja memasak Peleng di kos agar teman-temannya dapat mengenal makanan khas dari daerah asalnya. Menurutnya, kegiatan sederhana tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya Pakpak kepada orang lain. 

Arta juga mengatakan bahwa teman-teman sekosnya memberikan respons yang positif setelah mencoba Peleng. Menurutnya, mereka menyukai cita rasa makanan tersebut karena berbeda dari makanan yang biasa mereka konsumsi.

"Teman-teman saya juga suka sama rasanya. Mereka bilang makanannya enak dan beda dari yang biasa mereka makan, jadi saya senang bisa memperkenalkan makanan khas dari daerah saya," katanya.