LHOKSEUMAWE, EXPLOREPUBLIC.COM – Desa Beuringen di Aceh Utara menyimpan Museum Islam Samudera Pasai. Tempat ini menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan Islam pertama di Nusantara yang berdiri megah dengan arsitektur khas tanah rencong, Kamis (25/6/2026).

Raihan (19), mahasiswa sejarah, mengaku merinding saat melihat nisan Sultan Malikussaleh asli. Ia merasa seperti ditarik kembali ke abad ke-13 hanya dengan menatap artefak batu marmer yang masih terawat rapi di balik etalase kaca museum tersebut.

"Suasana di sini beda banget, terasa sakral tapi juga membanggakan," kata Rina sambil menunjuk koleksi dirham emas kuno. Baginya, melihat uang logam peninggalan masa lalu secara langsung jauh lebih berkesan daripada sekadar membaca buku teks di kampus.

Selain nisan, pengunjung bisa melihat meriam tua dan dokumen adat istiadat. Benda-benda ini menceritakan betapa majunya sistem perdagangan dan budaya di era tersebut. Setiap sudut ruangan seolah hidup dan bercerita tentang peradaban yang pernah sangat dihormati dunia.

Tiket masuknya gratis dan buka setiap hari dari pagi sampai sore. Lokasi ini sangat cocok untuk wisata edukasi pelajar atau siapa saja yang ingin memahami akar sejarah Islam Asia Tenggara tanpa harus keluar biaya mahal untuk tiket masuk.

Pemerintah setempat terus merawat situs ini agar tidak terlupakan. Generasi muda diajak untuk tidak lupa warisan leluhur. Kunjungan ke sini memberi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga identitas budaya bangsa yang luhur dan penuh makna.