Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Sekelompok mahasiswa di Lhokseumawe menggelar diskusi santai secara mandiri untuk membedah pesan moral dan unsur seni dalam film animasi Coco pada Kamis (18/06/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai ruang berbagi pandangan secara personal mengenai hubungan antara ambisi individu, seni musik, dan nilai-nilai kekeluargaan.

Diskusi berjalan dengan santai, mengulas konflik utama cerita mengenai pertentangan antara keinginan mengejar karier musik dan tradisi keluarga. Konflik ini dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan anak muda masa kini yang sering kali harus menyelaraskan antara impian pribadi dan restu dari orang tua.

Dalam kesempatan tersebut, Syifa selaku narasumber sekaligus bagian dari forum diskusi menyampaikan pandangan pribadinya mengenai kegigihan tokoh utama dalam film tersebut. Menurutnya, daya tarik utama film ini terletak pada keteguhan karakter dalam mempertahankan cita-citanya.

"Menurut aku film Coco tuh ga cuma mengajarkan tentang eratnya hubungan keluarga, tetapi juga tentang mimpi yang harus diperjuangkan, soalnya di film itu karakter Miguel gapernah berhenti bermimpi menjadi musisi, sampe pindah dunia karena ambisinya itu," ujar Syifa saat memaparkan argumennya di depan teman-temannya.

Melalui diskusi mandiri ini, mereka menyimpulkan bahwa film Coco memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya ruang dialog di dalam rumah. Ambisi yang besar terhadap sebuah mimpi tetap memerlukan komunikasi yang baik agar dapat berjalan beriringan dengan dukungan keluarga.