Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC.COM, Selasa (02/06/2026) – Gempuran game mobile baru yang menuntut refleks cepat ternyata tidak melunturkan pesona game legendaris Clash of Clans (CoC) di Kota Lhokseumawe.

Meskipun tahtanya di pasar digital sudah lama tergeser, CoC terbukti masih memiliki basis pemain yang sangat loyal dan menolak punah hingga hari ini.

Dalam game ini, pemain bertugas membangun desa, melati pasukan, dan menyerang desa lain demi mendapatkan sumber daya emas serta elixir untuk memperkuat pertahanan.

Game strategi ini kini bertransformasi menjadi ruang pelarian yang dinilai lebih ramah dan minim stres dibandingkan game kompetitif moderen saat ini.

Hal itu diakui Said (19), gamer lokal yang menganggap CoC sebagai obat penawar dari ekosistem game masa kini yang dirasa semakin toxic.

“Game sekarang sering bikin emosi kalau ketemu tim beban. Di CoC, kita fokus menyusun taktik sendiri dan clan jauh lebih dewasa,”ujarnya.

Said yang sudah bermain sejak SMP sempat pensiun, namun kini kembali login karena rindu ketegangan berburu loot dan perang dalam War Clan.

Faktor pembaruan rutin dan sistem permainan yang tidak menyita waktu menjadi alasan utama kembali aktif bermain.

Fenomena ini membuktikan bahwa loyalitas komunitas mampu mempertahankan eksistensi sebuah game, meskipun tren pasar sudah lama berubah dan berganti.