LHOKSEUMAWE, EXPLOREPUBLIC.COM – Lokasi Rumah Adat Cut Meutia berada di Desa Masjid Pirak, Matangkuli. Bangunan ini bukanlah tempat tinggal asli dari pahlawan, melainkan replika rumah Aceh yang dilestarikan sebagai museum sejarah perjuangan, pada hari Kamis (25/6/2026).
Arif (17), seorang mahasiswa yang mempelajari sejarah, merasakan ketenangan saat memasuki ruangan. Desain kayu yang tanpa paku dan tiang penyangga tinggi mengagumkannya terhadap kebijaksanaan nenek moyang dalam menciptakan tempat tinggal yang kuat dan tahan terhadap gempa.
"Di sini kita dapat merasakan semangat perjuangan Cut Meutia," ujar Rina seraya menyentuh dinding kayu yang sudah tua. Dia menganggap lokasi ini lebih dari sekadar bangunan, tapi sebagai ruang untuk merenung mengenai betapa kerasnya perjuangan perempuan Aceh melawan penjajah di masa lalu.
Pengunjung dapat melihat beragam replika senjata dan foto-foto dokumentasi. Benda-benda ini menggambarkan kisah heroik dari pahlawan nasional. Setiap sudut dalam ruangan tampak menghidupkan kembali kenangan tentang keberanian dan keteguhan hati seorang wanita dalam membela negaranya.
Biaya masuk adalah gratis dan tempat ini buka setiap hari untuk semua orang. Lokasinya berjarak sekitar 33 km dari pusat kota Lhokseumawe. Tempat ini sangat cocok untuk tujuan wisata edukatif bagi pelajar atau siapa saja yang ingin memahami semangat perjuangan bangsa tanpa harus membayar tiket masuk museum yang mahal.
Pemerintah setempat terus menjaga keberlangsungan situs sejarah ini. Diharapkan generasi muda tidak melupakan jasa para pahlawan. Mengunjungi tempat ini memberikan pelajaran penting tentang arti menghargai warisan budaya dan sejarah perjuangan yang telah membentuk identitas bangsa Indonesia.