Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Kawasan gerbang masuk Universitas Malikussaleh (Unimal) tidak pernah sepi dari aktivitas mahasiswanya. Di antara deretan jajanan kaki lima yang menjamur di sepanjang jalan tersebut, ada satu jajanan yang menjadi favorit utama mahasiswa, yakni Pentol Madura.
Jajanan ini selalu ramai diburu oleh mahasiswa karena menawarkan cita rasa yang enak dengan harga yang ramah di kantong. Cemilan yang terbuat dari adonan tepung goreng dipadu dengan telur ini disajikan hangat dengan siraman saus pedas atau manis, racikan khas penjual.
Bagi yang ingin mencicipinya, Pentol Madura ini membuka lapaknya di gerbang Unimal setiap hari kerja sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Memasuki sore, penjual akan berpindah lapak ke seberang jalan SPBU Batuphat dan terus melayani pembeli hingga malam hari.
Dengan modal Rp5.000 saja, pembeli sudah bisa menikmati delapan buah pentol goreng lengkap dengan bumbu sausnya. Harga yang sangat ekonomis ini menjadi alasan utama mengapa jajanan ini tidak pernah sepi peminat.
Di tengah situasi ekonomi politik yang tidak menentu dan memicu lonjakan harga barang, penjual mengaku sengaja memutar otak agar bisnisnya tetap bertahan tanpa harus kehilangan pelanggan setianya.
“Di tengah harga plastik dan bahan baku yang naik, saya tetap memilih untuk tidak menaikkan harga. Karena kalau harga dinaikkan, pembeli pasti tidak jadi beli karna dianggap kemahalan,” ujar Ridho, pemilik usaha Pentol Madura, saat ditemui dalam sesi wawancara.
Ridho menjelaskan bahwa menjaga volume penjualan jauh lebih penting dalam kondisi saat ini daripada mengejar margin keuntungan yang besar per porsinya.
“Jadi saya lebih memilih mengambil laba lebih sedikit asalkan tetap ada pembeli. Tidak apa-apa keuntungan sedikit, asalkan pembeli tetap ada. Nanti kebutuhan operasional juga akan tertutupi kalau banyak pembeli. Keuntungan pastinya tetap ada, walau tipis,” ujarnya.
Strategi bertahan yang diterapkan Ridho membuktikan bahwa pemahaman terhadap daya beli konsumen, khususnya mahasiswa menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk tetap eksis di tengah gejolak ekonomi saat ini.