Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Perubahan pola konsumsi mulai terlihat di kalangan mahasiswa. Jika sebelumnya banyak yang gemar membeli barang berdasarkan tren, kini sebagian besar lebih mengutamakan kebutuhan pokok sebagai bentuk pengelolaan keuangan yang lebih bijak.
Perubahan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari serta kesadaran mahasiswa untuk mengatur uang saku agar mencukupi hingga akhir bulan. Akibatnya, pembelian barang yang bersifat hiburan maupun gaya hidup mulai dikurangi.
Rini (19) mengatakan dirinya kini lebih mempertimbangkan manfaat suatu barang sebelum memutuskan untuk membeli. Ia tidak lagi mudah tergiur diskon apabila barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan.
“Sekarang saya selalu berpikir dua kali sebelum membeli sesuatu. Kalau memang tidak penting, lebih baik uangnya disimpan atau digunakan untuk kebutuhan kuliah,” kata Rini.
Menurutnya, perubahan kebiasaan tersebut memberikan dampak positif karena pengeluaran menjadi lebih terarah. Selain itu, ia juga mulai membawa bekal dari rumah pada beberapa kesempatan untuk mengurangi biaya makan di luar.
Perubahan pola konsumsi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa semakin memahami pentingnya literasi keuangan sejak dini. Kebiasaan membedakan antara kebutuhan dan keinginan diharapkan mampu membantu mahasiswa mencapai kondisi keuangan yang lebih stabil selama menjalani perkuliahan.