Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (22/07/2025) – Kuliner tradisional putu bambu di kawasan depan Komplek Arun, persimpangan jalan Rancong, Batuphat, Kota Lhokseumawe, masih menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat dan mahasiswa. Pada Senin (20/07/2026), penjual putu bambu terlihat ramai didatangi pembeli yang ingin menikmati cita rasa khas kue tradisional berbahan dasar tepung beras, gula merah, dan taburan kelapa parut. Dengan harga Rp5.000 per porsi, jajanan ini menjadi pilihan yang terjangkau bagi berbagai kalangan.
Proses pembuatan putu bambu yang dikukus menggunakan cetakan bambu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Aroma harum pandan yang berpadu dengan uap panas dari kukusan memberikan pengalaman kuliner yang khas sekaligus mempertahankan cita rasa jajanan tradisional yang telah dikenal sejak lama.
Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Naufal (20), mengungkapkan bahwa putu bambu di Batuphat menjadi salah satu jajanan yang sering ia beli ketika menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
“Saya suka membeli putu bambu karena rasanya manis, teksturnya lembut, dan aromanya khas. Harganya juga hanya Rp5.000 per porsi, jadi sangat terjangkau untuk mahasiswa,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Aisyah (20), menilai putu bambu merupakan kuliner tradisional yang tetap diminati meskipun banyak jajanan modern bermunculan. “Putu bambu memiliki cita rasa yang khas dan berbeda. Jajanan seperti ini perlu terus dipertahankan agar generasi muda tetap mengenal kuliner tradisional Indonesia,” katanya.
Menurut mereka, keberadaan putu bambu di Batuphat tidak hanya menjadi pilihan jajanan masyarakat dan mahasiswa, tetapi juga berperan dalam melestarikan kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.