Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, Kamis (02/07/2026) – Putu Bambu merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih dikenal dan diminati masyarakat hingga saat ini. Kue yang berasal dari Pulau Jawa tersebut masih dapat ditemukan di berbagai daerah dan tetap memiliki penikmat dari berbagai kalangan usia.
Salah seorang pencinta kuliner, Rini Handayani (18), mengatakan bahwa ia telah mengenal Putu Bambu sejak duduk di bangku sekolah dasar. Menurutnya, jajanan tradisional tersebut masih menjadi salah satu makanan favoritnya hingga sekarang.
Rini mengaku sering membeli Putu Bambu di kawasan Simpang Asean, Krueng Geukueh. Ia menyukai jajanan tersebut karena memiliki perpaduan rasa manis dari gula aren dan tekstur adonan yang lembut.
“Rasa manisnya pas dan tidak membuat enek saat dimakan. Saya sudah mengenal Putu Bambu sejak kecil dan sampai sekarang masih suka membelinya,” ujarnya.
Menurut Rini, keberadaan Putu Bambu di tengah banyaknya makanan modern menunjukkan bahwa jajanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Selain rasanya yang khas, harga yang terjangkau juga menjadi alasan mengapa makanan tersebut masih diminati.
“Alasan saya suka Putu Bambu karena harganya murah, tetapi rasanya tidak murahan, enak rasanya. Walaupun sekarang banyak jajanan modern, Putu Bambu tetap bertahan dan masih dicari oleh banyak orang,” katanya.
Rini juga menilai Putu Bambu menjadi bukti bahwa makanan tradisional tidak sepenuhnya tergeser oleh perkembangan tren kuliner modern. Meskipun jumlah penjualnya tidak sebanyak dulu, jajanan tersebut masih dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat.
Menurutnya, generasi muda saat ini masih memiliki ketertarikan terhadap makanan tradisional meskipun dihadapkan pada berbagai pilihan kuliner modern. Keberadaan Putu Bambu yang tetap bertahan hingga sekarang menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih menjadi bagian dari budaya yang terus dilestarikan masyarakat.