Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – (05/06/2026) Sakura School Simulator kini tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide kreatif melalui pembuatan drama virtual.

Tren tersebut terlihat dari banyaknya konten bertema kehidupan sekolah yang dihasilkan dan dibagikan melalui media sosial. Berbagai kisah disusun menggunakan karakter serta NPC yang tersedia dalam aplikasi tersebut.

Saat ditemui di lingkungan Universitas Malikussaleh, Syifa (19) mengaku awalnya tertarik menggunakan Sakura School Simulator karena dapat mewujudkan berbagai khayalan yang sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.


“Awalnya aku main ini untuk mengembangkan imajinasiku sendiri, kayak seolah aku siswa SMA yang populer, disukai banyak lelaki, lalu pergi ke amusement park bersama teman-teman setelah pulang sekolah,” Ujarnya.


Seiring berjalannya waktu, ia mengetahui bahwa banyak kreator memanfaatkan platform tersebut untuk menghasilkan short movie dan konten naratif yang menarik perhatian penonton.


“Beberapa tahun belakangan aku baru tahu ternyata banyak yang membuat video drama menggunakan aplikasi ini. Menurutku, pembaruan dari developer membuatnya semakin berkembang dan mampu melatih kemampuan berkreasi,” ujarnya

Pandangan serupa disampaikan Rini (19). Mahasiswi tersebut mengungkapkan bahwa aktivitas yang awalnya hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang kemudian berkembang menjadi hobi menyusun alur dan mengatur peran tokoh.


“Saya belajar bagaimana membuat jalan cerita yang seru dan mengatur karakter agar penonton bisa memahami cerita yang saya buat,” ujar Rini.


Menurutnya, proses merancang adegan hingga membangun konflik memberikan pengalaman baru dalam menyampaikan pesan secara menarik dan mudah dipahami oleh audiens.

Melalui berbagai pembaruan yang terus hadir, Sakura School Simulator kini berkembang menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda dalam menghasilkan karya digital berbasis imajinasi dan storytelling.