Lhokseumawe EXPLOREPUBLIC - ( 31/07/2026) Potensi wisata pesisir di Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan akibat ketimpangan jumlah kunjungan wisatawan pada sejumlah destinasi bahari. Salah satu yang paling terdampak adalah Pantai Nemo, kawasan wisata pesisir yang terletak di wilayah Barelang, Batam.

Berdasarkan pemantauan di lokasi hingga akhir pekan ini, tingkat kunjungan ke pantai tersebut masih tergolong minim dan cenderung lengang. Sebagian besar wisatawan domestik maupun mancanegara yang berlibur ke Batam belum menjadikan tempat ini sebagai destinasi utama perjalanan mereka.

Kondisi ini dipicu oleh minimnya promosi digital serta keterbatasan akses informasi mengenai keberadaan pantai tersebut di media sosial. Akibatnya, keberadaan Pantai Nemo kalah populer dibandingkan destinasi bahari sekitarnya yang lebih gencar melakukan pemasaran online.

"Saya baru pertama kali ke sini dan kaget karena tempatnya sepi banget. Padahal pantai ini tidak kalah bagus dari pantai lain di Barelang, cuma sayang kurang terekspos di media sosial," ujar Bg Rifky (35), salah satu pengunjung asal Sagulung, saat ditemui di lokasi.

Padahal, secara visual dan fasilitas, Pantai Nemo memiliki daya tarik yang sangat menjanjikan. Kawasan ini dilengkapi ikon tulisan warna-warni yang mencolok, patung ikan badut (nemo) berukuran besar sebagai latar foto, serta dermaga kayu panjang yang membentang di atas laut jernih.

"Jujur tempatnya bagus banget, airnya jernih dan spot fotonya estetik. Menurut saya enak banget buat bersantai karena tidak terlalu bising, tapi sayang masih banyak orang yang belum tahu," kata Nadin (20), pengunjung lainnya asal Batam Center.

Untuk mengatasi persoalan ini, pengelola kawasan bersama pihak terkait perlu mendorong digitalisasi promosi serta menggalakkan publikasi di media sosial. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu mengangkat kembali popularitas Pantai Nemo agar dapat menarik lebih banyak wisatawan ke depannya.