Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Di tengah gempuran camilan modern yang terus berganti tren, jajanan tradisional telur gulung terbukti tak pernah sepi peminat di Lhokseumawe. Kuliner sederhana berbasis telur ini tetap menjadi buruan utama masyarakat karena menyajikan cita rasa klasik yang konsisten.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (06/06/2026) lapak pedagang telur gulung selalu dipadati oleh antrean pembeli. Salah seorang pedagang, Ahmad (34), mengaku mampu menghabiskan ratusan butir telur setiap harinya demi memenuhi permintaan konsumen yang datang silih berganti.
"Rata-rata pembeli mencari rasa yang khas, dan sensasi menyaksikan proses pembuatannya secara langsung memberikan daya tarik tersendiri," ujar Ahmad saat ditemui di sela-sela aktivitas menggorengnya.
Alasan utama eksistensi kuliner ini adalah faktor nostalgia. Mayoritas pembeli dewasa mencari telur gulung untuk membangkitkan kembali memori masa sekolah mereka. Selain itu, harganya yang sangat terjangkau, yaitu Rp1.000 per tusuk, membuat camilan ini tetap ramah di kantong semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja.
Cara pembuatannya pun tergolong unik namun konsisten sejak dulu. Adonan telur yang telah dikocok dituang ke dalam minyak panas, kemudian digulung dengan cepat menggunakan tusuk sate bambu, lalu disajikan hangat bersama saus sambal. Kombinasi rasa gurih dan tekstur yang renyah menjadi alasan utama mengapa camilan ini sukses bertahan di tengah ketatnya persaingan kuliner modern saat ini.