Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Di tengah gempuran berbagai game kompetitif modern, sebuah tren unik justru sedang terjadi di kalangan remaja saat ini. Hingga Senin (01/06/2026), terpantau masih banyak kelompok remaja di Kota Lhokseumawe yang setia merawat ladang digital mereka setiap hari.

Game simulasi pertanian lawas tersebut kembali eksis karena menawarkan ketenangan bermain yang sangat kontras dengan gameaksi masa kini. Fenomena menarik ini terlihat nyata dari aktivitas santai para remaja di salah satu tempat tongkrongan populer di kota tersebut.

Di dalam game ini, pemain diajak mengelola pertanian sendiri. Aktivitasnya mulai dari menanam gandum, memberi makan ternak, hingga memproduksi bahan pangan siap jual tanpa adanya tekanan waktu bermain.

Seorang remaja setempat, Mirza (19), mengaku bahwa dirinya tidak bisa berpaling dari game bertani tersebut.


“Saat teman-teman lain sibuk emosi main game perang, saya justru merasa lebih damai dan bahagia bisa fokus memanen susu sapi, ”ujarnya.

Efek relaksasi yang ditawarkan rupanya menjadi alasan utama mengapa para remaja menjadikan game ini sebagai pelarian dari padatnya jadwal kuliah sehari-hari. Kehadiran komunitas loyal di kalangan remaja akhirnya membuktikan bahwa game kasual tetap memiliki tempat spesial yang tidak tergerus oleh waktu.