Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – (11/06/2026) Biaya pendakian kerap menjadi pertimbangan utama bagi para pemula yang ingin menikmati pengalaman mendaki gunung tanpa menguras kantong.
Pada Kamis, (11/06/2026) di Bukit Indah, Lhokseumawe. Fina (19), seorang mahasiswi program studi ilmu komunikasi yang memiliki pengalaman mendaki, membagikan tips mengatur anggaran pendakian agar tetap hemat dan sesuai kebutuhan pendaki.
Menurut Fina, besaran biaya pendakian bergantung pada tujuan dan keberangkatan. Pendakian ke luar daerah umumnya membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan dalam daerah.
Ia mencontohkan, pendakian dari Aceh menuju Gunung Sibayak di kabupaten karo melalui jasa open trip dapat menghabiskan biaya Rp600 ribu per orang. Sementara itu, jika dilakukan secara mandiri, biaya pendakian menuju Gunung Sibayak dapat ditekan menjadi sekitar Rp400 ribu, tergantung kebutuhan setiap pendaki.
Fina mengatakan pengeluaran terbesar saat melakukan pendakian biasanya berasal dari pembelian perlengkapan berkemah, seperti tenda, matras, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Selain perlengkapan berkemah, kebutuhan pakaian khusus pendakian juga menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar bagi pendaki pemula.
Ia menyarankan agar pemula memulai pendakian di gunung-gunung dalam daerah terlebih dahulu karena biaya transportasi dan kebutuhan lainnya lebih terjangkau.
Menurutnya, membeli perlengkapan secara bertahap juga menjadi langkah bijak agar tidak membebani kondisi keuangan sebelum benarbenar rutin mendaki. Fina mengingatkan calon pendaki untuk memprioritaskan perlengkapan yang paling dibutuhkan dan tidak mudah tergoda mengikuti tren atau sekadar takut tertinggal. “Untuk pemula, lebih baik mendaki gunung dalam daerah dulu karena lebih hemat. Beli barang yang penting saja, jangan sampai FOMO,” ujar Fina.
Melalui pengelolaan anggaran yang tepat dan perencanaan matang, kegiatan mendaki gunung tetap dapat dinikmati secara aman, nyaman, dan ramah di kantong.