Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC– Tren jajanan seribuan kembali menjadi favorit di kalangan Generasi Z dalam beberapa bulan terakhir. Berbagai camilan dengan harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000, seperti gorengan, cilok, cireng, telur gulung, pisang coklat, dan aneka keripik, semakin sering muncul di media sosial dan ramai diburu oleh pelajar maupun mahasiswa.
Popularitas jajanan seribuan meningkat di berbagai daerah di Indonesia, terutama di sekitar sekolah, kampus, dan pusat keramaian. Fenomena ini banyak ditemukan di kota-kota besar maupun daerah karena dianggap sebagai pilihan makanan ringan yang terjangkau di tengah meningkatnya biaya hidup. Selain itu, banyak pelaku usaha kecil memanfaatkan tren tersebut dengan menjual jajanan dalam kemasan menarik yang sesuai dengan selera anak muda.
Menurut sejumlah pembeli, daya tarik utama jajanan seribuan terletak pada harga yang murah, rasa yang beragam, serta unsur nostalgia yang mengingatkan mereka pada masa kecil. Konten kreator di platform media sosial juga turut mempopulerkan tren ini melalui ulasan makanan dan tantangan mencoba berbagai jajanan dengan modal yang minim.
Salah seorang mahasiswa, Caca (19), mengaku sering membeli jajanan seribuan saat waktu istirahat kuliah. Menurutnya, street food itu lebih dominan ke makanan gurih dan pedas. “Lebih masuk ke lidahku, lebih enak aja rasanya kalau berempah. Gabisa kalau ga kena cabai, apalagi kalau ga asin. Menurut aku makanan western juga enak tapi masih lebih nendang jajanan pinggir jalan,” ujarnya (5/6).
Salah seorang mahasiswa lainnya , Manda (19) juga mengatakan, “Jajanan seribuan biasa banyak yang rasanya cocok, kalaupun ga cocok ya ga rugi-rugi amat karena masih harga Rp1.000 sampai Rp10.000-an. Beda kalau beli seperti soft cookies, dessert box, atau jajanan lainya yg harganya sampai Rp. 25.000, kalau ga cocok rasanya kayak rugi. In this economies, I prefer jajanan dengan range harga Rp1000 sampai Rp20.000 yang udah pasti enak seperti cireng, pempek, bakso, siomay, telor gulung, bakso bakar dan lain-lain,” ucapnya (5/6)
Tren ini semakin berkembang sejak awal tahun 2026 ketika berbagai video bertema “belanja jajanan seribuan” mulai viral di media sosial. Banyak pengguna internet membagikan pengalaman mereka membeli puluhan camilan dengan anggaran yang terbatas, sehingga menarik perhatian generasi muda lainnya untuk ikut mencoba.
Dengan harga yang ramah di kantong serta dukungan promosi melalui media sosial, jajanan seribuan diperkirakan masih akan menjadi salah satu tren kuliner yang diminati oleh Gen Z dalam beberapa waktu ke depan. Selain memberikan keuntungan bagi pedagang kecil, tren ini juga menunjukkan bahwa makanan sederhana tetap memiliki daya tarik kuat di tengah berkembangnya berbagai pilihan kuliner modern.