Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (10/07/2026) Di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya konten digital, Adoc Podcast hadir sebagai ruang diskusi mendalam yang diinisiasi oleh Yayasan Aceh Documentary. Lembaga ini telah bergerak di bidang edukasi, produksi, dan apresiasi film dokumenter sejak tahun 2013.

Program Adoc Podcast sendiri resmi diluncurkan dan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2020, menjadi salah satu inisiatif pengembangan konten digital lembaga untuk tetap menjangkau masyarakat saat pembatasan aktivitas fisik diterapkan.

Program ini menjadi wadah utama untuk mengangkat topik-topik penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat Aceh, mulai dari warisan budaya, jejak sejarah, hingga berbagai isu aktual yang dihadapi daerah ini.

Berbeda dengan konten hiburan semata, Adoc Podcast mengusung pendekatan analitis dan berbasis fakta. Setiap episode menghadirkan narasumber berkompeten mulai dari sejarawan, budayawan, pendidik, hingga pelaku masyarakat untuk mengupas tuntas berbagai topik.

Beberapa judul episode yang pernah dirilis antara lain: Jaga Budaya di Rumah Aja, Musik Pemicu Pergerakan, Wajah Pendidikan Aceh, serta Potensi Parekraf di Aceh.

“Tujuan utama kami adalah menyajikan perspektif yang mendalam dan terverifikasi, sekaligus menjadi upaya menekan penyebaran kabar yang tidak akurat atau berita bohong di tengah masyarakat,” demikian prinsip kerja yang dipegang tim Adoc Podcast.

Topik sejarah tidak hanya berhenti pada penuturan masa lalu, tetapi juga menelusuri relevansinya bagi pembangunan karakter dan identitas daerah saat ini. Sementara bahasan budaya menyoroti kearifan lokal, seni, tradisi, serta tantangan pelestariannya di era modern.

Program ini dapat diakses secara luas melalui berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube, serta kanal resmi Yayasan Aceh Documentary. Kehadirannya mendapat sambutan baik, terutama dari kalangan pelajar, mahasiswa, peneliti, dan generasi muda yang ingin memahami lebih dalam tentang Aceh.

Sebagai lembaga yang juga berfokus pada pengembangan sineas muda, Adoc Podcast sekaligus menjadi sarana pelatihan literasi media bagi tim pengelolanya. Direktur Yayasan Aceh Documentary, Faisal Ilyas, menyampaikan bahwa media suara dipilih karena mampu membangun kedekatan emosional dan memberikan ruang bercerita yang lebih leluasa dibandingkan format visual yang kaku.

“Adoc Podcast adalah bukti bahwa dokumentasi dan penyebaran nilai-nilai daerah bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya lewat suara yang menggema ke seluruh penjuru Aceh dan luar daerah,” ujarnya.

Ke depannya, Adoc Podcast berencana memperluas jangkauan topik hingga mencakup isu lingkungan, ekonomi masyarakat pedesaan, serta potensi kearifan lokal dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan semangat menjaga akurasi dan kedalaman informasi, program ini terus berupaya menjadi rujukan berharga dalam memahami wajah Aceh yang beragam dan kaya nilai.