Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, Kamis (18/06/2026) — Fira (28) dan Edo (37) menggelar akikah anak pertama mereka di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, sebagai bentuk syukur sekaligus melestarikan tradisi pulut kuning.
Kegiatan tersebut dihadiri keluarga, kerabat, dan tetangga yang datang memberikan doa serta ucapan selamat atas kelahiran anak pertama pasangan tersebut dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Dalam pelaksanaannya, keluarga menyajikan pulut kuning sebagai hidangan utama karena makanan tradisional tersebut menjadi simbol syukuran yang masih sering digunakan masyarakat Aceh hingga saat ini.
Fira mengatakan akikah anak pertama menjadi momen penting bagi keluarganya karena merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak sekaligus menjalankan ajaran agama yang dianut.
Menurutnya, tradisi yang diwariskan orang tua terdahulu perlu terus dilestarikan agar nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Hal senada disampaikan Edo, Ia sengaja mempertahankan tradisi penyajian pulut kuning karena telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Aceh dalam berbagai kegiatan syukuran keluarga.
Selain memiliki nilai budaya, pelaksanaan akikah juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga besar dan masyarakat melalui kebersamaan yang terjalin selama berlangsungnya kegiatan tersebut.
Rangkaian acara dilaksanakan melalui pembacaan doa bersama, silaturahmi keluarga, serta penyajian pulut kuning dan berbagai hidangan lainnya kepada para tamu yang hadir.
Pasangan tersebut berharap tradisi akikah yang dipadukan dengan budaya lokal dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda sehingga nilai agama dan adat tetap terjaga.