Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Lagu “Almost Is Never Enough” yang dibawakan Ariana Grande bersama Nathan Sykes masih menjadi salah satu lagu favorit pendengar meski telah dirilis lebih dari satu dekade lalu. Lagu yang pertama kali dirilis pada 19 Agustus 2013 sebagai soundtrack film “The Mortal Instruments: City of Bones” itu kembali ramai didengarkan karena liriknya dinilai relevan dengan pengalaman banyak orang.

Berdasarkan pantauan di platform musik digital pada Jumat (26/06/2026), lagu bergenre pop ballad dengan sentuhan R&B tersebut masih sering muncul dalam berbagai daftar putar bertema galau, patah hati, hingga kisah cinta yang tidak sempat terwujud. Kepopulerannya juga kembali meningkat melalui berbagai unggahan di media sosial.

Lagu “Almost Is Never Enough” menceritakan dua orang yang saling mencintai, tetapi tidak pernah benar-benar memiliki kesempatan untuk bersama. Kisah tentang hubungan yang berhenti di kata “hampir” membuat lagu ini dianggap mampu mewakili perasaan pendengar yang pernah mengalami perbedaan waktu, kurangnya keberanian, atau hubungan yang berakhir sebelum dimulai.

Salah satu pendengar, Rini (18), mengaku masih sering mendengarkan lagu tersebut karena makna liriknya terasa dekat dengan kehidupan anak muda. Menurutnya, lagu itu menggambarkan bahwa rasa kecewa tidak selalu datang karena penolakan, melainkan juga karena hubungan yang nyaris berhasil.

“Menurut saya, lagu ini bukan Cuma tentang patah hati, tapi tentang penyesalan karena semuanya hampir terjadi. Liriknya sederhana, tapi emosinya benar-benar terasa dan masih relate sampai sekarang,” ujar Rini saat diwawancarai, Jumat (26/06/2026).

Selain lirik yang menyentuh, perpaduan vokal Ariana Grande dan Nathan Sykes juga menjadi daya tarik utama lagu tersebut. Keduanya dinilai berhasil menyampaikan emosi melalui harmonisasi yang membuat cerita dalam lagu terasa lebih hidup dan mudah dipahami pendengar.

Meski telah berusia lebih dari sepuluh tahun, “Almost Is Never Enough” tetap membuktikan bahwa lagu dengan pesan emosional dan tema yang universal mampu bertahan di tengah perubahan tren musik. Bagi banyak pendengar, lagu ini tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kata “hampir” terkadang meninggalkan kesan yang lebih mendalam daripada sebuah perpisahan.