Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, (28/07/2026) Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Sunda. Terbuat dari bambu dengan ukuran berbeda, angklung menghasilkan nada khas saat digoyangkan. Hingga kini, alat musik tersebut masih dikenal dan dimainkan oleh berbagai kalangan.
Suara angklung yang khas membuat kesenian tradisional ini tetap menarik perhatian masyarakat, termasuk di Lhokseumawe. Cara memainkannya memang terlihat sederhana, tetapi setiap pemain membutuhkan kekompakan dan konsentrasi agar nada yang dihasilkan dapat terdengar selaras.
Setiap pemain biasanya memegang angklung dengan nada yang berbeda. Oleh karena itu, mereka harus saling mendengarkan dan mengikuti tempo saat memainkan lagu. Kerja sama tersebut menjadi salah satu hal yang membuat permainan angklung terasa menarik dan memiliki nilai kebersamaan.
Hingga saat ini, angklung masih sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan, seperti pentas sekolah, festival budaya, acara daerah, hingga penyambutan tamu. Kehadirannya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Tidak sedikit sekolah dan sanggar seni yang menjadikan angklung sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. Selain melatih kemampuan bermusik, kegiatan ini juga mengajarkan kerja sama, disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai dalam sebuah kelompok.
Di tengah perkembangan musik modern yang semakin pesat, angklung tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Melestarikannya dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti mempelajari cara memainkannya, mengenal sejarahnya, serta mendukung berbagai pertunjukan budaya agar warisan tersebut tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.