Sabang, EXPLOREPUBLIC, Kamis (25/06/2026) — Masyarakat Sabang masih melestarikan cerita rakyat asal-usul Pulau Weh melalui tradisi lisan sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi muda.
Pak Tomo (45), warga Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, mengatakan cerita rakyat tersebut menjelaskan bahwa Pulau Weh dahulu menyatu dengan daratan Aceh sebelum terpisah akibat bencana besar.
"Orang tua dulu sering menceritakan bahwa Pulau Weh awalnya menyatu dengan daratan Aceh. Setelah terjadi bencana besar, daratan itu terpisah dan menjadi pulau seperti sekarang," ujar Pak Tomo.
Menurut Pak Tomo, nama weh dalam bahasa Aceh berarti pindah atau terlepas. Cerita tersebut terus diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga dan berbagai kegiatan budaya masyarakat.
Saat ini, cerita rakyat asal-usul Pulau Weh juga diwariskan kepada anak-anak melalui kegiatan mendongeng di lingkungan keluarga, pembelajaran di sekolah, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya daerah.
Selain menikmati keindahan laut, wisatawan yang berkunjung ke Sabang juga dapat mengenal berbagai cerita rakyat setempat yang memperkaya pengetahuan mengenai sejarah dan budaya daerah.
Pak Tomo berharap cerita rakyat asal-usul Pulau Weh terus dilestarikan melalui pendidikan, kegiatan budaya, serta media digital agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.