Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (03/07/2026)  Bahasa Batak Toba berasal dari wilayah Sumatera Utara, bahasa daerah ini adalah sebuah warisan budaya Indonesia yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Di tengah perkembangan zaman dan semakin dominannya penggunaan bahasa Indonesia maupun bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa Batak Toba dinilai sangat penting untuk mempertahankan sebuah identitas masyarakat Batak.

Penggunaan bahasa Batak Toba, tidak hanya menjadi identitas masyarakat Batak Toba saja, tetapi juga juga mencerminkan kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Bahasa Batak Toba masih digunakan oleh masyarakat Batak Toba maupun seseorang yang merantau. Pelestarian ini dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan adat, lingkungan keluarga, hingga acara budaya.

Salah seorang mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh Swastika Ratu Sinaga (17) dimana ia adalah seorang mahasiswi perantau dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Ia mengungkapkan “bahasa Batak Toba adalah salah satu unsur suku yang penting untuk dilestarikan, karena merupakan kekayaan budaya dan juga merupakan alat komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Banyak kata yang maknanya indah yang sayang sekali jika ditinggalkan” ungkapnya. Swastika Ratu Sinaga (17) mengatakan di zaman modern sekarang banyak anak muda yang paham bahasa Batak namun tidak bisa untuk mengucapkannya, karena ada sebuah tantangan yang dihadapi dalam upaya melestarikan bahasa batak, yaitu kurangnya edukasi formal atau nonformal dalam belajar bahasa Batak. Dengan adanya tantangan tersebut, hal itu akan berdampak pada suku Batak Toba yang perlahan akan dilupakan, karena bahasa adalah unsur suku paling dekat dengan masyarakat.

Oleh karena itu, ada upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga dan mendukung kelestarian Batak Toba, dengan melakukan maupun menggunakan unsur-unsur atau budaya yang ada di suku tersebut. Melalui berbagai cara, yaitu mulai menggunakan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga, mengikuti kegiatan adat, hingga pembelajaran di komunitas budaya. Upaya ini bertujuan agar generasi muda mengenal, memahami dan mampu untuk menggunakan bahasa daerah sebagai bagian jati diri mereka.

Swastika Ratu Sinaga (17) juga mengatakan bahwa ada cara agar bahasa Batak Toba tetap relevan dan diminati oleh anak muda di era digital sekarang, dengan memperkenalkan kegiatan seni dan budaya melalui lagu atau puisi yang mengandung bahasa Batak, karena hal itu banyak diminati oleh anak muda sekarang. Seni yang menjadi salah satu jalan untuk melestarikan bahasa daerah.

Penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan seni atau budaya dapat menjadi langkah nyata untuk menjaga dan melestarikan keberlangsungan bahasa tersebut di tengah arus globalisasi. Melalui berbagai upaya pelestarian, bahasa Batak Toba diharapkan tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda sehingga nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.