Takengon, EXPLOREPUBLIC – Tradisi Beguru dilaksanakan di kediaman calon pengantin wanita, Siti (23), di Takengon, Aceh Tengah, Selasa malam (16/06/2026). Prosesi adat ini digelar sakral tepat sehari sebelum akad nikah.

Dalam ritual wajib ini, calon mempelai duduk berselimut kain motif Gayo. Ia mendengarkan petuah pernikahan dari Imem (tokoh agama) yang didampingi oleh Reje (kepala desa) dan Petue (tokoh adat).

Acara dilanjutkan prosesi petawaren (tampung tawar) oleh orang tua dan sesepuh. Ritual ini menjadi simbol pemberian doa restu serta pembersihan diri bagi calon pengantin sebelum memasuki hidup baru.

Suasana haru memuncak saat calon pengantin bersujud memohon maaf dan restu kepada orang tua. Prosesi sungkem ini disaksikan langsung oleh keluarga besar serta perwakilan warga kampung setempat.

Salah seorang warga, Bunga (20), mengaku selalu tersentuh. Menurutnya, tradisi Beguru bukan sekadar formalitas, melainkan bekal berharga bagi generasi muda Gayo dalam membina rumah tangga yang sakinah.

Rangkaian upacara adat ini ditutup khidmat dengan doa bersama untuk kelancaran akad nikah. Acara kemudian diakhiri dengan makan malam sederhana sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong warga.