Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Mengelola keuangan harian di tengah melambungnya harga bahan pokok menjadi tantangan nyata bagi kalangan mahasiswa. Tidak sedikit dari mereka yang harus memutar otak dan menerapkan berbagai strategi penghematan agar kebutuhan dapur harian tetap terpenuhi tanpa membobol kantong.
Pentingnya kejelian memangkas pengeluaran ini dirasakan langsung oleh Pija, seorang mahasiswi di Lhokseumawe pada Jumat (31/07/2026). Ia mengaku rutin berburu barang promo dan memanfaatkan diskon potongan harga, terutama saat belanja kebutuhan bahan makanan harian untuk dimasak di kamar kos.
Untuk menyiasati lonjakan harga bahan pokok, Pija memiliki strategi belanja tersendiri. Ia rutin memantau aplikasi belanja daring dan katalog promo mingguan di minimarket terdekat. Namun, jika butuh bahan segar seperti sayur dan bumbu dapur, ia lebih memilih berbelanja langsung ke pasar tradisional pada sore hari untuk mendapatkan harga miring.
Menurut Pija, tantangan terbesar bagi mahasiswa untuk konsisten berhemat justru datang dari godaan gaya hidup dan keterbatasan waktu. Banyak mahasiswa tergiur membeli makanan cepat saji atau gofood karena praktis, padahal kebiasaan tersebut memakan biaya yang jauh lebih besar dibanding memasak sendiri.
"Tantangan terbesar itu melawan rasa malas memasak dan godaan pesan makan di luar. Kalau tidak pandai cari promo, uang bulanan bisa habis di pertengahan bulan. Akses promo atau diskon khusus mahasiswa di daerah juga masih terbatas," ujar Pija saat diwawancarai, Jumat (31/07/2026).
Meski menghadapi tantangan tersebut, Pija tetap konsisten menerapkan gaya hidup hemat karena menyadari keterbatasan anggaran bulanan sebagai mahasiswa. Dari pengalaman pribadinya, kebiasaan berburu promo dan mengelola keuangan dengan cermat memberikan ketenangan pikiran tanpa harus mengorbankan kebutuhan nutrisi harian.
"Semakin jeli kita memanfaatkan diskon dan rajin memasak sendiri, alokasi pengeluaran jadi lebih terukur, hidup terasa lebih tenang, dan tabungan darurat tetap aman," pungkas Pija.