Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, (17/07/2026) Busana pengantin adat Sunda menjadi salah satu bagian penting dalam pernikahan karena memiliki ciri khas yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Sunda.

Identitas budaya tersebut terlihat dari kebaya, siger Sunda, kain tradisional, serta berbagai perlengkapan yang dikenakan pengantin dalam prosesi pernikahan adat Sunda.

Pengantin perempuan biasanya mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain tradisional dan siger Sunda sebagai hiasan kepala yang menjadi ciri khas busana pengantin.

Sementara itu, pengantin laki-laki umumnya mengenakan beskap atau jas tutup yang dipadukan dengan kain batik dan penutup kepala sesuai adat pernikahan.

Menurut Zannah (29), (Pengrias pengantin), busana pengantin adat Sunda memiliki nilai budaya yang penting karena menjadi bagian dari tradisi masyarakat.

“Menurut saya, busana pengantin adat Sunda memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dari pakaian adat daerah lain. Selain digunakan dalam acara pernikahan, busana ini juga menjadi bagian dari budaya Sunda yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang,” ujarnya.

Penggunaan busana tersebut tidak hanya memperindah penampilan pengantin, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Sunda kepada generasi muda.

Pengenalan busana pengantin adat Sunda dapat dilakukan melalui acara pernikahan, kegiatan budaya, pendidikan, serta berbagai kegiatan yang memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.