Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC, Kamis (25/06/2026) – Legenda Roro Jonggrang masih dikenal sebagai salah satu cerita rakyat Nusantara yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kisah ini terus diceritakan dari generasi ke generasi karena mengandung berbagai nilai moral yang relevan hingga saat ini.

Cerita tersebut mengisahkan Roro Jonggrang, putri Prabu Baka dari Kerajaan Prambanan. Setelah kerajaannya dikalahkan oleh Bandung Bondowoso, sang ksatria jatuh hati kepada Roro Jonggrang dan berniat mempersuntingnya.

Namun, Roro Jonggrang menolak lamaran tersebut karena tidak dapat menerima kematian ayahnya dalam peperangan. Untuk menghindari pernikahan, ia mengajukan syarat agar Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam satu malam.

Dengan bantuan makhluk halus, Bandung Bondowoso hampir berhasil memenuhi syarat tersebut. Melihat hal itu, Roro Jonggrang meminta warga menyalakan obor dan menumbuk padi agar suasana menyerupai pagi hari. Akibatnya, para makhluk halus menghentikan pekerjaan sebelum candi ke seribu selesai dibangun.

Mengetahui dirinya telah ditipu, Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi ke seribu. Legenda tersebut kemudian dikaitkan dengan keberadaan Candi Prambanan yang masih berdiri hingga saat ini.

Raysha Khumairah (19) mengatakan bahwa kisah Roro Jonggrang menarik karena memadukan unsur cinta, penolakan, tipu daya, dan kutukan dalam satu cerita.

“Menurut saya, cerita Roro Jonggrang menggambarkan bagaimana Roro Jonggrang memberikan syarat yang sangat sulit kepada Bandung Bondowoso karena tidak ingin menikah dengannya. Namun, ketika syarat itu hampir berhasil dipenuhi, ia mencari cara untuk menggagalkannya hingga akhirnya mendapat kutukan,” ujarnya.

Menurut Raysha, legenda tersebut tidak dapat dipandang sebagai fakta sejarah, melainkan sebagai cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

“Meskipun termasuk legenda dan bukan peristiwa sejarah, bukan berarti cerita ini tidak penting. Nilai dan pesan moral di dalamnya tetap dapat dipelajari, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan menghargai pilihan orang lain,” katanya.

Hingga kini, legenda Roro Jonggrang masih menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara yang terus dikenalkan kepada generasi muda melalui pendidikan, pertunjukan seni, maupun berbagai media digital.