Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Pesatnya arus globalisasi dan penggunaan media sosial kini membawa ancaman nyata bernama fast fashion. Tren produksi pakaian massal berbiaya rendah ini tengah menjadi sorotan tajam karena tidak hanya memicu perilaku konsumtif, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat secara serius.

Penyebaran tren fast fashion menjadi semakin masif seiring dijadikannya media sosial sebagai wadah promosi utama. Ironisnya, korban utama dari tren ini didominasi oleh perempuan, khususnya mereka yang berada dalam rentang umur transisi dari remaja menuju dewasa. Tingginya keinginan untuk selalu mengikuti tren fesyen terkini membuat kelompok ini rentan terjebak dalam siklus pembelian pakaian berkualitas minim yang pada dasarnya dirancang untuk pemakaian singkat atau sekali pakai.

Ancaman terbesar dari fast fashion terletak pada dampak buruknya terhadap lingkungan. Kualitas pakaian yang buruk menuntut konsumen untuk mengganti pakaian dalam jangka waktu yang sangat singkat. Akibatnya, terjadi lonjakan limbah tekstil yang beredar di masyarakat. Penumpukan limbah ini secara langsung menurunkan kualitas alam dengan mencemari tanah, sumber air, hingga udara, serta secara tidak langsung mengancam kelangsungan hidup dan habitat satwa liar.

Selain merusak lingkungan dan kesehatan mental akibat gaya hidup konsumtif, fast fashion juga membawa risiko bahaya bagi kesehatan fisik. Banyak pabrik produksi fast fashion dilaporkan menggunakan pewarna kimia beracun dan bahan poliester berbahan dasar plastik. Bahan-bahan kimia berbahaya ini mengancam keselamatan para pekerja pabrik yang memproduksinya, sekaligus membahayakan para konsumen yang mengenakannya sehari-hari.

Secara historis, konsep produksi fast fashion ini sejatinya telah berakar sejak masa Revolusi Industri pada abad ke-18, meskipun istilah "fast fashion" sendiri baru resmi dan lazim digunakan pada era 1990-an.

Kini, dengan dampak buruk yang semakin nyata, generasi muda dituntut untuk lebih kritis dan bijak. Kepedulian terhadap masa depan bumi dan kesehatan tubuh harus dimulai dari langkah sederhana, yakni bijak dalam memilih serta memilah produk pakaian yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.