Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (10/07/2026)  Alunan lagu tradisional Rere Ma Na Rere menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pernikahan adat Mandailing. Musik Rere Ma Na Rere tidak hanya menjadi pelengkap dalam prosesi pernikahan tetapi juga mengandung makna dan pesan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Makna dan pesan budaya dari musik tersebut mencerminkan nilai-nilai kehidupan, penghormatan kepada keluarga, serta harapan bagi kedua mempelai dalam membangun rumah tangga.

Musik Rere Ma Na Rere masih sering digunakan dalam berbagai upacara pernikahan adat Mandailing, terutama di Sumatera Utara dan daerah lain yang memiliki komunitas yang bermarga Mandailing. Kehadiran lagu tersebut menjadi simbol pelestarian budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

Dalam setiap prosesi pernikahan adat Mandailing, lagu Rere Ma Na Rere mengiringi jalannya acara untuk menciptakan sebuah suasana yang khidmat sekaligus meningkatkan pentingnya untuk menjaga nilai-nilai kekeluargaan, saling menghormati dan menjunjung tinggi adat istiadat suku Mandailing. Musik tersebut adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari rangkaian upacara pernikahan.

Salah seorang mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh yang berasal dari suku Mandailing, Marfizah Zhulaika Hieldayani Lubis (19) mengungkapkan bahwa lagu Rere Ma Na Rere memiliki makna dan pesan yang mendalam “Menurut saya makna lagunya itu mengenai harapan, yang isi lagunya juga memberikan nasehat agar rumah tangga pengantin selalu harmonis, dan kata “Rere” juga mengartikan tari/menari, maka lagunya mengajak pengantin dan tamu undangan untuk ikut bersenang-senang saat acara pernikahan. Untuk pesan lagunya mengingatkan kita kalau pernikahan itu bukan untuk 2 orang saja tetapi juga untuk menyatukan 2 keluarga besar, serta juga terdapat pesan untuk hidup sederhana, dan saling tolong-menolong” ungkapnya pada kamis, 09 Juli 2026.

Ia juga mengatakan “bahwa lagu Rere Ma Na Rere sangat penting untuk dilestarikan sebagai sebuah identitas suku, walaupun pertama kali mendengar lagu tersebut akan terasa kuno tetapi iringan musiknya asik dan sesuai dengan judulnya. Lagu Rere Ma Na Rere harus ada di upacara pernikahan adat Mandailing, karena lagu itu sudah wajib banget di adat Mandailing, musiknya asik dan terdapat pesan moral didalamnya. lagu ini Masih sering saya jumpai di pesta pernikahan kerabat saya” katanya.

Dengan melestarikan musik tradisional dalam prosesi pernikahan adalah salah satu cara untuk mempertahankan identitas budaya Mandailing di tengah perkembangan zaman. Selain memperkenalkan budaya kepada anak muda sekarang, tradisi ini juga menjadi sebuah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang harus terus dijaga.

Melalui pelestarian lagu Rere Ma Na Rere dalam upacara pernikahan adat, masyarakat Mandailing berharap nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada keluarga serta kearifan lokal dapat terus untuk diwariskan kepada generasi-generasi muda berikutnya.