Lhokseumawe , EXPLOREPUBLIC – Mengatur keuangan menjadi tantangan yang hampir selalu dihadapi mahasiswa perantau, terutama mereka yang tinggal di rumah kos. Dengan uang saku yang terbatas, banyak anak kos harus menyusun strategi agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi hingga akhir bulan tanpa harus bergantung pada kiriman tambahan dari orang tua.

Berbagai cara dilakukan untuk menghemat pengeluaran. Mulai dari membuat daftar anggaran bulanan, membatasi pembelian makanan di luar, hingga memilih memasak sendiri atau mengonsumsi makanan sederhana seperti mi instan pada waktu-waktu tertentu. Langkah tersebut dinilai mampu menekan biaya hidup sekaligus membantu mengontrol pengeluaran yang tidak diperlukan.

Selain mengurangi pengeluaran konsumtif, sebagian mahasiswa juga memanfaatkan berbagai promo belanja, potongan harga, hingga cashback dari aplikasi pembayaran digital. Kebiasaan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran juga mulai diterapkan agar kondisi keuangan lebih mudah dipantau dan tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan.

Salah seorang mahasiswa di Kuala Simpang, Adit (19), mengatakan bahwa disiplin menjadi kunci utama dalam mengelola uang saku. Menurutnya, kebutuhan penting seperti makan, transportasi, dan keperluan kuliah harus diprioritaskan dibandingkan pengeluaran yang bersifat hiburan atau keinginan sesaat.

"Kalau uang sudah dibagi dari awal bulan, biasanya lebih mudah mengatur pengeluaran. Jadi, saat akhir bulan tidak terlalu khawatir kehabisan uang," ujarnya.

Pengamat ekonomi keluarga juga menilai bahwa kebiasaan mengelola keuangan sejak masa kuliah dapat menjadi bekal penting di masa depan. Kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan hidup sesuai kemampuan finansial, merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mahasiswa terhindar dari masalah keuangan.

Di tengah meningkatnya biaya hidup, strategi berhemat yang diterapkan anak kos bukan hanya menjadi cara bertahan hingga akhir bulan, tetapi juga membentuk kebiasaan finansial yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Dengan perencanaan yang baik, keterbatasan anggaran tidak selalu menjadi penghalang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.