Lhokseumawe, EXPLOREPUBLICTren No Spend Challenge mulai menarik perhatian mahasiswa sebagai cara mengendalikan pengeluaran sehari-hari. Tantangan ini dilakukan dengan tidak membeli barang atau makanan di luar kebutuhan pokok selama periode tertentu, seperti satu minggu hingga satu bulan.

Mahasiswa menerapkan tantangan tersebut untuk mengurangi kebiasaan belanja impulsif dan memanfaatkan barang yang sudah dimiliki. Pengeluaran yang biasanya digunakan untuk jajan atau membeli barang tidak penting dialihkan menjadi tabungan atau dana darurat.

Salah seorang mahasiswa Manajemen, Ismi Aulia (19), mengatakan bahwa mengikuti No Spend Challenge membuatnya lebih sadar terhadap kebiasaan berbelanja. Ia mengaku kini lebih mempertimbangkan setiap pembelian dan hanya mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa dalam mengelola keuangan. Meski sederhana, kebiasaan menahan diri dari pengeluaran yang tidak perlu dinilai efektif untuk membangun pola konsumsi yang lebih sehat dan hemat.