Bireuen, EXPLOREPUBLIC(11/7/2026) Gelang manik-manik khas Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur, semakin diminati oleh kalangan anak muda Indonesia. Sentuhan desain yang lebih modern membuat kerajinan tradisional tersebut tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai aksesori fesyen yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. 

Modernisasi desain menghadirkan berbagai pilihan warna, motif, dan bentuk yang mengikuti tren masa kini tanpa menghilangkan nilai seni kerajinan tangan yang menjadi ciri khas pengrajin Maumere. Perkembangan tersebut turut memperluas minat generasi muda untuk mengenakan gelang manik-manik sebagai pelengkap penampilan. 

Popularitas gelang manik-manik juga didukung oleh media sosial yang memperkenalkan berbagai model aksesori kepada masyarakat. Banyak anak muda mengenakannya karena tampilannya yang sederhana dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian.

Rini (18) mengaku sering menggunakan gelang manik-manik sebagai aksesori sehari-hari karena desainnya menarik dan nyaman dikenakan. Namun, ia baru mengetahui bahwa gelang tersebut merupakan kerajinan tradisional yang berasal dari Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

“Saya sering memakai gelang manik-manik karena cocok dipakai sehari-hari. Jujur, sebelumnya saya baru mengetahui bahwa aksesori ini merupakan kerajinan tradisional dari Maumere, Flores,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Fani (18). Menurutnya, gelang manik-manik menjadi salah satu aksesori favorit karena desainnya mengikuti tren fesyen anak muda. Ia juga mengaku baru mengetahui asal-usul budaya gelang tersebut setelah mencari informasi lebih lanjut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa modernisasi mampu memperkenalkan kerajinan tradisional kepada generasi muda melalui dunia fesyen. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan gelang manik-manik menjadi peluang untuk mengenalkan kembali budaya Maumere agar tidak hanya dikenal sebagai aksesori, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.