Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – (14/07/2026) — Girl in the Basement kembali viral di media sosial karena mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Film bergenre crime thriller yang dirilis pada 2021 ini diilhami oleh kisah nyata tentang seorang remaja yang disekap oleh ayah kandungnya selama bertahun-tahun. Kisah penyekapan yang sangat ekstrem tersebut membuat film ini tidak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga mengajak penonton lebih peduli terhadap persoalan kekerasan dalam keluarga.

​Disutradarai oleh Elisabeth Röhm, film ini mendalami trauma mendalam serta penderitaan emosional tokoh utama. Penonton diajak menyaksikan perjuangannya yang gigih untuk merawat anak-anaknya dan mempertahankan sisa-sisa harapan di tengah isolasi serta situasi yang penuh tekanan.

​Dari segi penyajian, film ini memiliki sinematografi yang sederhana, tetapi mampu membangun suasana mencekam di setiap adegan. Alur cerita disusun secara runtut sehingga penonton dapat mengikuti perjalanan tokoh utama dengan baik. Penyajian tersebut membuat pesan tentang bahaya kekerasan dalam keluarga terasa lebih kuat dan mudah dipahami.

​Tema yang diangkat membuat Girl in the Basement mendapat banyak perhatian karena dianggap mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengenali dan mencegah kekerasan dalam keluarga. Selain menyajikan cerita yang menegangkan, film ini juga menghadirkan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

​Agniya (19), mengaku tertarik menonton Girl in the Basement karena banyak direkomendasikan di media sosial. Menurutnya, meskipun film ini dirilis pada 2021, ceritanya masih relevan untuk ditonton karena kasus kekerasan dalam keluarga masih sering terjadi hingga sekarang.

​"Menurut saya, film ini menarik karena ceritanya bikin penasaran dari awal sampai akhir. Walaupun sudah rilis dari tahun 2021, film ini masih layak ditonton karena masalah yang diangkat masih sering terjadi di kehidupan nyata," ujar Agniya.