Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (30/07/2026) Gondang Batak menjadi salah satu alat musik tradisional yang masih dilestarikan hingga kini. Alat musik khas masyarakat Batak tersebut tetap digunakan dalam berbagai upacara adat, pertunjukan budaya, hingga kegiatan pelestarian budaya di berbagai daerah.
Gondang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Batak karena tidak hanya menghasilkan irama khas, tetapi juga menjadi media penyampaian doa, harapan, serta penghormatan kepada sesama. Kehadirannya selalu melengkapi acara adat sehingga suasana menjadi lebih sakral dan bermakna.
Untuk mengetahui pandangan generasi muda mengenai gondang Batak, dilakukan wawancara bersama Ratu Sinaga (18), seorang mahasiswi rantau, yang bersuku Batak. Di lingkungan kampus, FISIP, UNIMAL. Menurutnya, gondang merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Ratu Sinaga mengatakan, "Sejak kecil saya sudah terbiasa mendengar suara gondang ketika menghadiri pesta adat maupun acara keluarga. Bagi saya, bunyi gondang bukan sekadar irama musik, tetapi memiliki makna yang sangat dalam karena menjadi simbol persatuan, penghormatan, dan identitas masyarakat Batak. Ketika mendengar gondang dimainkan, saya selalu teringat kampung halaman dan merasa bangga memiliki budaya yang kaya akan nilai tradisi."
Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam melestarikan gondang Batak. Menurutnya, pelestarian dapat dilakukan dengan mempelajari cara memainkan alat musik tersebut, mengikuti kegiatan seni budaya, serta memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan gondang kepada masyarakat yang lebih luas sehingga semakin banyak orang mengenal kekayaan budaya Batak.
Ratu juga berharap kampus dan komunitas budaya lebih sering mengadakan pertunjukan maupun pelatihan alat musik tradisional. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat mahasiswa terhadap budaya daerah sekaligus menjadi langkah nyata menjaga gondang Batak tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang