Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Menjaga fokus belajar di tengah padatnya aktivitas perkuliahan tidak hanya soal kesiapan materi, tetapi juga hidrasi tubuh. Banyak mahasiswa baru tersadar untuk minum setelah merasa haus, padahal kebiasaan tersebut dapat menurunkan konsentrasi dan stamina saat belajar di kampus.
Pentingnya pemenuhan cairan tubuh ini diakui oleh Ratu, seorang mahasiswi di Lhokseumawe pada Jumat (10/07/2026). Ia mengaku cukup sering mengonsumsi air putih, terutama saat menghabiskan waktu seharian untuk belajar di dalam kamar kos.
Untuk menyiasati hidrasi saat ke kampus, Ratu memiliki strategi tersendiri. Ia terkadang membawa botol minum (tumbler) pribadi. Namun, jika sudah berencana untuk makan di kantin kampus, ia lebih memilih untuk membeli air putih kemasan di sana agar lebih praktis.
Menurut Ratu, tantangan terbesar bagi mahasiswa untuk rutin minum air putih justru datang dari faktor fasilitas publik. Banyak mahasiswa sengaja membatasi minum karena malas bolak-balik ke kamar mandi. Masalah ini diperparah dengan minimnya akses toilet bersih di fasilitas umum, terutama di wilayah luar kota besar.
"Tantangan terbesar itu malas bolak-balik kamar mandi. Kalau di luar kos atau rumah, kadang hanya sedikit tempat yang menyediakan toilet. Akses air bersih atau toilet masih terbatas saat ini," ujar Ratu saat diwawancarai, Jumat (10/07/2026).
Meski menghadapi tantangan tersebut, Ratu tetap membiasakan diri rutin minum air putih karena paham betul akan kebutuhan tubuhnya. Dari pengalaman pribadinya, konsumsi air putih yang cukup memberikan efek nyata bagi kebugaran tubuhnya selama beraktivitas di kampus.
"Semakin sering minum air putih, maka tubuh terasa lebih segar, tidak kering, dan wajah terlihat lebih cerah," pungkas Ratu.