Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (13/06/2026) Kacamata yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat bantu penglihatan, kini berubah menjadi aksesori wajib yang melengkapi penampilan. Tren kacamata fashion makin digemari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup generasi muda, terutama di kota Lhokseumawe.
Pergeseran fungsi tersebut membuat kacamata tidak lagi sekadar kebutuhan medis, melainkan barang mode yang mampu mempertegas identitas diri, memperindah tampilan, dan menjadi daya tarik saat dibagikan di media sosial.
Tren ini mulai berkembang pesat sejak pertengahan tahun 2023 dan terus meningkat tajam pada periode 2025 hingga awal 2026. Desain yang terus diperbarui dan harga yang makin terjangkau membuatnya semakin diminati hingga pertengahan tahun ini.
Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan anak muda usia 18 hingga 25 tahun menjadi kelompok utama yang mengikuti tren ini. Salah satunya adalah Fatwa (19), mahasiswa yang sudah mengoleksi lebih dari lima pasang kacamata dengan model berbeda untuk berbagai kesempatan.
“Ini bukan cuma buat orang yang rabun saja. Kacamata sekarang jadi cara gampang mengubah tampilan. Sekali pasang, penampilan langsung terasa lebih rapi, keren, dan cocok buat foto di media sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa popularitas kacamata fashion juga didorong oleh konten-konten di TikTok dan Instagram yang kerap menampilkan gaya berpakaian lengkap dengan aksesori ini.
Tren ini terlihat jelas di berbagai tempat, mulai dari pusat perbelanjaan, toko aksesori, kafe, hingga area berkumpul anak muda di kawasan Banda Sakti dan sekitarnya.
Bahkan banyak gerai optik kini menyediakan ratusan pilihan bingkai dengan desain kekinian untuk memenuhi permintaan pasar.
Bagi Gen Z, memiliki lebih dari satu jenis kacamata bukanlah hal yang berlebihan. Menurut mereka, aksesori ini menjadi media berekspresi yang sederhana, praktis, dan mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam berbagai kesempatan.