LHOKSEUMAWE, EXPLOREPUBLIC – Senin, (15/06/2026) Kain jarik sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Jawa masih banyak digunakan hingga saat ini. Selain identik dengan pakaian adat, kain bercorak batik tersebut juga dapat dipadukan dengan berbagai jenis busana modern maupun tradisional.
Kain jarik merupakan kain bermotif batik yang umumnya dipakai masyarakat Jawa dalam berbagai kegiatan adat, seperti pernikahan, selamatan, hingga upacara budaya. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaannya semakin beragam karena dapat dipadukan dengan kebaya, kemeja, blouse, hingga atasan kasual.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui cara sederhana, yaitu tetap mengenakan kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki nilai estetika, kain jarik juga menjadi simbol penghormatan terhadap identitas dan warisan leluhur.
Nanda (21) mengatakan bahwa kain jarik tidak hanya cocok digunakan dalam acara resmi, tetapi juga dapat dipadukan dengan berbagai model pakaian masa kini.
"Menurut saya, kain jarik itu fleksibel. Bisa dipakai dengan kebaya saat acara adat, tetapi juga cocok dipadukan dengan kemeja atau atasan sederhana sehingga tetap terlihat menarik," ujar Nanda.
Pendapat serupa disampaikan Aulia (19). Ia menilai penggunaan kain jarik dapat menjadi salah satu cara generasi muda mencintai budaya daerah tanpa harus meninggalkan tren berpakaian modern.
"Kain jarik membuat penampilan terlihat anggun. Kita tetap bisa tampil mengikuti zaman sambil memperkenalkan budaya Jawa kepada orang lain," katanya.
Sementara itu, Altraq (21) menjelaskan bahwa kain jarik dapat dikenakan oleh berbagai kalangan karena memiliki banyak motif dan cara pemakaian.
"Sekarang kain jarik sudah banyak dikreasikan. Bisa dipakai laki-laki maupun perempuan dengan model yang berbeda-beda, jadi tidak terbatas untuk acara adat saja," ungkap Altraq.
Melalui keberadaan kain jarik yang terus digunakan dalam berbagai kesempatan, masyarakat diharapkan dapat menjaga dan melestarikan adat daerah. Dengan memadukan unsur tradisional dan modern, warisan budaya Jawa dapat tetap hidup serta dikenal oleh generasi berikutnya.