Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC (11/07/2026) Banyak orang mengeluh kemampuan berpikir makin menurun, mudah lupa, sulit fokus, dan sering terjebak pikiran berputar tanpa henti. Peneliti saraf menegaskan hal ini bukan karena menurunnya daya ingat alami, melainkan dampak kebiasaan hidup di era digital yang perlahan merusak fungsi otak.

Hal itu diungkapkan oleh Ahli Kognitif dan Saraf Terapan, Assoc. Prof. dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D., dalam tayangan podcast Rory Asyari berjudul Peneliti Otak Ini Bongkar Penyebab Kita Makin Lemot, Overthinking & Otak Rusak Pelan Pelan, yang ditayangkan pada 17 Februari 2026 di kanal YouTube Rory Asyari dan telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali.

"Sebetulnya yang bikin kita sering lupa itu bukan memorinya yang jelek, tapi karena perhatian kita mudah sekali terdistraksi," ujar Edmi dalam perbincangan tersebut.

Edmi juga meluruskan perbedaan penting antara overthinking, kecemasan, dan berpikir analitis. Menurutnya, terlalu banyak pikiran biasanya berakar dari pengalaman masa lalu yang belum tuntas, sedangkan kecemasan berlebih terkait ketakutan akan masa depan yang belum pasti terjadi.

Ia juga menepis anggapan bahwa fungsi otak terbagi kaku antara belahan kanan dan kiri. Kreativitas maupun logika sebenarnya melibatkan kerja sama banyak bagian otak secara bersamaan.

Untuk mengembalikan ketajaman fungsi otak, narasumber menyarankan langkah sederhana: kurangi durasi menatap layar, bergerak aktif minimal 30 menit sehari, berikan jeda saat bekerja, dan biasakan menuliskan beban pikiran agar tidak menumpuk di kepala.

Pembawa acara Rory Asyari berharap penjelasan ini membantu masyarakat memahami bahwa kondisi pikiran yang tidak nyaman bisa diperbaiki dengan mengubah kebiasaan, bukan dianggap sebagai kekurangan diri sendiri.