Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (10/07/2026) Sumatera Utara tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan budayanya yang khas, salah satunya adalah kain Ulos. Kain tenun tradisional milik masyarakat suku Batak ini bukan sekadar kain biasa, melainkan simbol identitas, doa, dan ikatan kasih sayang yang telah diwariskan turun-temurun.
Ulos ditenun secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin, dengan proses yang membutuhkan ketelitian dan waktu berbulan-bulan untuk menghasilkan satu lembar kain berkualitas. Motif dan warnanya yang khas, didominasi warna merah, hitam, dan putih, memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat suku Batak.
Kain Ulos juga memiliki peran penting dalam upacara penting suku Batak seperti, pernikahan, kelahiran, hingga upacara kematian. Setiap jenis Ulos memiliki fungsi dan makna yang berbeda-beda, misalnya Ulos Ragidup yang melambangkan kehidupan dan biasa diberikan kepada pasangan pengantin, atau Ulos Sibolang dalam upacara duka.
Pada Selasa (07/07/2026) Nur Hasanah (24) menghadiri upacara pernikahan suku Batak yang diakan di Wisma Kaban Jahe Sumatera Utara, Nur mengatakan “menurut saya, simbol pemberian kain Ulos bentuk semangat dan doa untuk kedua pengantin yang akan melangkah ke jenjang yang lebih serius, Ulos sebagai ungkapan kasih sayang dan harapan baik untuk kedua mempelai”.
Di tengah arus modernisasi, para perajin di Sumatera Utara terus berupaya mempertahankan tradisi ini agar nilai budaya yang terkandung dalam setiap helai kain Ulos tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.