Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC – Kamis (25/06/2026), cerita rakyat Sigale-gale dari Sumatera Utara masih dikenal masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai sejarah dan pesan moral yang sangat mendalam sampai saat ini.

Kisah ini menceritakan kesedihan Raja Rahat setelah kehilangan putranya, Menggale. Guna mengobati rasa rindu tersebut, sang raja kemudian membuat sebuah boneka kayu serupa yang dapat menari secara mistis.

Saat ini, legenda tersebut terus dilestarikan melalui adaptasi pertunjukan seni teater, pembuatan animasi lokal, hingga pengemasan konten kreatif video pendek di berbagai platform media sosial.

Saat di temui di kafe De Grand Cooffe di kota Lhokseumawe, Disti (19) berpendapat bahwa kisah Sigale-gale ini sangat menyentuh hati karena membuktikan besarnya kasih sayang seorang ayah kepada anaknya.

“Langkah digitalisasi ini sangat penting dilakukan agar Generasi Z seperti kita tetap mengenal identitas budaya bangsa dan tidak melupakan pelajaran moral berharga dari masa lalu,” ujarnya.

Melalui momentum ini, diharapkan kisah Sigale-gale tidak hanya menjadi dongeng pengantar tidur, melainkan jembatan kokoh yang menghubungkan emosi generasi muda dengan kekayaan tradisi masa lalu mereka.