Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (11/07/2026) – Pada Kamis (9/7/2026), kerajinan piring dari pelepah pinang khas Aceh Utara terus dikembangkan sebagai salah satu produk kerajinan yang memanfaatkan bahan alam menjadi barang bernilai guna. Produk tersebut semakin dikenal karena ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti piring sekali pakai berbahan plastik maupun styrofoam.
Proses pembuatan piring dari pelepah pinang diawali dengan memilih pelepah pinang yang telah gugur dan kering, kemudian dibersihkan, dipotong sesuai ukuran, lalu dicetak menggunakan mesin bertekanan panas hingga membentuk piring yang kuat dan siap digunakan. Proses tersebut dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia sehingga tetap mempertahankan tekstur alami pelepah pinang.
Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Rendi (20), mengatakan bahwa kerajinan piring dari pelepah pinang merupakan bentuk inovasi yang memanfaatkan limbah alam menjadi produk yang bernilai ekonomi.
“Menurut saya, kerajinan ini sangat menarik karena memanfaatkan pelepah pinang yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Nabila (20), menilai kerajinan piring dari pelepah pinang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan karena semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan produk ramah lingkungan.
“Produk seperti ini tidak hanya membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga memperkenalkan kreativitas masyarakat Aceh Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Menurut mereka, kerajinan piring dari pelepah pinang menjadi salah satu bukti bahwa pemanfaatan sumber daya alam secara kreatif mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.