Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC — (11/07/2026) – Seni dan kerajinan tradisional merupakan warisan budaya yang perlu dijaga agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. Salah satu upaya pelestarian dilakukan oleh Bagas (20), seorang remaja yang mengembangkan hobinya dengan membuat seruling bambu, alat musik tradisional khas Batak, Sumatera Utara.
Ketertarikan Bagas terhadap musik tradisional membawanya mengikuti kegiatan pembuatan seruling bambu. Menurutnya membuat alat musik tradisional tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi, tetapi juga bentuk kepedulian dalam menjaga budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Kegiatan yang saya ikuti adalah pembuatan alat musik tradisional. Dalam kegiatan ini saya membuat lat musik tradisional dari adat Batak Sumatera Utara, yaitu seruling bambu,” ujar Bagas.
Dalam proses pembuatannya, bagas mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama pada tahap pengukuran lubang tiup dan lubang nada. Ketelitian menjadi hal yang sangat penting karena ukuran setiap lubang akan menentukan kualitas suara yang akan dihasilkan oleh seruling bambu.
“Tantangan terbesar adalah pengukuran setiap lubang tiup dan lubang nada untuk seruling. Semua harus diukur sesuai besar lingkar bambu dikali dua, kemudian lubangnya juga harus dibuat lurus,” jelasnya.
Bagas mengatakan hobinya membuat seruling bambu berawal dari kecintaannya terhadap musik Batak. Ia juga berharap seni, adat, dan musik tradisional tetap dilestarikan meskipun teknologi terus berkembang.
“Semoga adat dan musik-musik tradisional tidak dilupakan, terutama oleh anak-anak muda zaman sekarang,” tutupnya.