Lhokseumawe, EXPLOREPUBLIC - Legenda rakyat "Bawang Merah dan Bawang Putih" kembali menjadi sorotan karena nilai moralnya yang dinilai tetap relevan hingga kini. Kisah yang berasal dari masa kerajaan di Jawa Barat ini dituturkan secara turun-temurun, menggambarkan kehidupan dua saudara tiri dengan nasib dan karakter yang bertolak belakang.

Dalam cerita tersebut, Bawang Putih digambarkan sebagai sosok gadis rajin, jujur, dan penyabar. Ia harus menanggung seluruh pekerjaan rumah tangga seorang diri. Sementara Bawang Merah bersama ibunya menjalani hidup santai, licik, pemalas, dan serakah.

Rasa iri Bawang Merah kepada Bawang Putih menjadi titik awal konflik dalam cerita. Puncak kisah terjadi saat Bawang Putih pergi ke tepi sungai untuk mencuci pakaian. Di tepi sungai ia bertemu nenek tua yang mengatakan pakaian ibu tirinya hanyut terbawa arus.

Sebagai syarat agar pakaian kembali, Bawang Putih diminta tinggal bersama sang nenek selama satu minggu. Selama di rumah nenek itu, Bawang Putih tetap menunjukkan ketekunan dan membantu pekerjaan rumah dengan ikhlas.

Sebagai imbalan, sang nenek memberinya sebuah labu. Setibanya di rumah, Bawang Putih membelah labu tersebut dan terkejut saat melihat isinya yang penuh dengan emas dan harta benda. Merasa penasaran dan iri, Bawang Merah pun melakukan hal serupa demi mendapatkan hadiah yang sama.

Namun hasil yang ia dapat justru berbanding terbalik. Labu miliknya berisi binatang-binatang berbisa. Kejadian itu membuat Bawang Merah dan ibunya diliputi rasa takut, hingga akhirnya mereka menyesali perlakuan buruk selama ini kepada Bawang Putih.

Ulva (19), seorang mahasiswi, menilai cerita ini masih sangat penting untuk generasi sekarang. "Legenda Bawang Merah dan Bawang Putih itu merupakan cerita yang mengajarkan kita kalau jadi orang baik dan sabar pasti ada hasilnya, sedangkan iri hati hanya membuat rugi pada diri sendiri," ucapnya.

Legenda ini terus diceritakan turun-temurun sebagai pengingat bahwa kebaikan, kerja keras, dan kesabaran akan membawa hasil baik, sementara sifat dengki justru merugikan diri sendiri.