Takengon, EXPLOREPUBLIC - Ditengah modernisasi, masyarakat suku Gayo di Kabupaten Aceh Tengah tetap merawat kuat tradisi leluhur mereka. Salah satunya adalah legenda Putri Pukes dan asal-usul Danau Laut Tawar yang hingga kini masih dipercaya dan hidup dalam ingatan kolektif warga Dataran Tinggi Gayo.

 Bagi masyarakat setempat, kisah Putri Pukes yang berubah menjadi batu karena melanggar amanah orang tua adalah pedoman moral tentang pentingnya sebuah ketaatan. Cerita ini hingga kini masih disampaikan secara turun-temurun melalui tradisi lisan dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Gayo.

Salah seorang mahasiswi asal Gayo, Asila (19), mengatakan bahwa legenda Putri Pukes masih sering diceritakan oleh orang tua kepada anak-anak sebagai bagian dari pendidikan karakter.

"Cerita Putri Pukes sudah saya dengar sejak kecil dari orang tua dan keluarga. Sampai sekarang, kisah itu masih sering diceritakan karena mengandung pesan moral yang baik, terutama tentang menghormati orang tua dan menjaga amanah," ujarnya saat diwawancarai di Universitas Malikussaleh, Rabu (24/06/2026).

Kelestarian legenda ini juga didukung oleh keberadaan Goa Putri Pukes yang terletak di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Di dalam gua tersebut terdapat batu yang menyerupai sosok perempuan dan diyakini masyarakat sebagai penjelmaan Putri Pukes.

Menurut Asila, keberadaan Goa Putri Pakes membuat masyarakat semakin mudah mengenal dan mengingat cerita rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya Gayo.

"Goa Putri Pukes menjadi bukti bahwa cerita rakyat tidak hanya hidup dalam cerita lisan, tetapi juga menjadi bagian dari wisata budaya yang dapat dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan," ujarnya

Dengan perpaduan wisata alam dan warisan budaya yang tetap terjaga, masyarakat Gayo membuktikan bahwa nilai-nilai tradisional dapat terus hidup dan berdampingan dengan perkembangan zaman.